Selamat pagi,
siang, sore, malam, seluruh blogger sejagad...!!! waah lama banget ya saya ngga
nge-post. Baru kali ini sempet coret-coret dan kepikiran buat dipampang
di blog saya. maklum lah mahasiswa tahun bontot, jadi urusannya cuma dating
sama skripsi yang entah kapan bisa kelar (tapi akan kelar pada waktunya *LOL*),
dan belum sempet nyoret walaupun sedikit. Nah, kali ini saya mau nge-post
cerita saya waktu masih anak-anak nih. Ide nulis ini muncul gara-gara abis
nonton Wrong Turn 4. Langsung aja simak cerita aneh saya yaaa....
Apa yang
dipikirkan anak-anak kadang membuat geleng-geleng kepala. Begitu juga dengan
pikiran saya ketika masih anak-anak. Ada-ada aja ide, pikiran dan ulahnya. Anak-anak
adalah pengingat dan peniru ulung. Misalnya adegan dalam sebuah acara televisi.
Oleh karena itu, TV bisa menjadi salah satu penyebab seorang anak berpikiran
atau berperilaku yang kadang ‘aneh’ dan tidak masuk akal.
Nah, salah
satu adegan aneh dalam salah satu opera sabun di televisi, membuat pikiran
‘aneh’ saya ketika anak-anak harus meniru adegan itu adalah membuka gembok
dengan jepit rambut, jarum, dan semacamnya. Dulu, saking penasarannya sama
adegan itu; bener ngga sih gembok bisa dibuka cuma pake benda-benda kayak gitu?
One day, saya bersama teman-teman main beneran penasaran sama gembok dan
jepit rambut. Kami pun benar-benar mempraktekkan untuk membuka gembok dengan
jepit rambut. Percobaan pertama yaitu mengunci gemboknya, kemudian mencoba
untuk membukanya dengan jepit rambut. So, hasilnya? Yaa ngga bisa buka
lah. Dinalar aja deh, jepit rambut tipis bisa beraksi apa sih selain buat
menjepit rambut? The conclusion is... our first experiment is totally FAILED!!!
We lied by soap opera on TV.
Keluguan saya
belum berakhir di situ. Ketika pulang sekolah –tepatnya waktu SD kelas 4 atau
5—saya mencoba lagi dengan serius. How come? Jadi waktu itu saya lupa
ngga bawa kunci gembok. Pintunya sih udah digembok, tapi ternyata kuncinya
ketinggalan di dalam rumah. That was incredibly perfect, wasn’t it?
*LOL* Akhirnya saya coba buka gemboknya dengan jepit rambut... GAGAL, tapi saya
belum menyerah. Selanjutnya saya buka menggunakan peniti... GAGAL maning. The
last tried, saya coba buka pake ujung jangka... masih tetap GAGAL.
Beberapa tahun
kemudian, waktu saya sudah SMP alias Junior High, saya kembali
mempraktekkan ‘adegan aneh’ itu. Walaupun pernah mencoba dan akhirnya gagal
semua, saya masih ada sedikit rasa percaya diri kalo kunci atau gembok bisa
dibuka hanya dengan menggunakan jepit rambut, jarum, dan semacamnya.
Kejadiannya hampir sama. Waktu itu saya pulang sekolah, pintu masih terkunci
rapat, tapi malah saya ngga bawa kunci. ‘Cara gagal’ yang pernah saya coba dulu
saya coba praktekkan lagi. Siapa tahu aja kan tiba-tiba pintu bisa dibuka tanpa
kunci yang ‘klik’. Saya pun mencoba, pake jepit rambut. The result was...
jepit rambutnya bengkok, nyaris putus. Ya iya lah hla bukan ‘jodoh’nya juga
kok.
Udah segede
ini saya pun baru sadar apa yang saya lakukan ketika masih anak-anak itu adalah
hasil propaganda televisi. Dalam TV diperlihatkan bahwa begitu mudahnya membuka
gembok atau kunci pintu hanya dengan jepit rambut. Padahal kenyataannya, cara
itu sama sekali bullsh*t, useless, dan tipuan semata. Guys, it’s not
that easy!! (tapi ngga tau juga ya kalo misal ternyata ada yang beneran
bisa buka gembok atau kunci hanya bermodal jepit rambut).
Kalo saya
menyimpulkan sih, bukan hal yang mudah untuk buka kunci pintu atau gembok hanya
dengan jepit rambut, jarum dan semacamnya. Kalo semudah itu, berarti tingkat
keamanannya ngga standar dan perlu dipertanyakan. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar