Sabtu, 09 Mei 2015

Children's Thoughts??



Selamat pagi, siang, sore, malam, seluruh blogger sejagad...!!! waah lama banget ya saya ngga nge-post. Baru kali ini sempet coret-coret dan kepikiran buat dipampang di blog saya. maklum lah mahasiswa tahun bontot, jadi urusannya cuma dating sama skripsi yang entah kapan bisa kelar (tapi akan kelar pada waktunya *LOL*), dan belum sempet nyoret walaupun sedikit. Nah, kali ini saya mau nge-post cerita saya waktu masih anak-anak nih. Ide nulis ini muncul gara-gara abis nonton Wrong Turn 4. Langsung aja simak cerita aneh saya yaaa....


Apa yang dipikirkan anak-anak kadang membuat geleng-geleng kepala. Begitu juga dengan pikiran saya ketika masih anak-anak. Ada-ada aja ide, pikiran dan ulahnya. Anak-anak adalah pengingat dan peniru ulung. Misalnya adegan dalam sebuah acara televisi. Oleh karena itu, TV bisa menjadi salah satu penyebab seorang anak berpikiran atau berperilaku yang kadang ‘aneh’ dan tidak masuk akal.
Nah, salah satu adegan aneh dalam salah satu opera sabun di televisi, membuat pikiran ‘aneh’ saya ketika anak-anak harus meniru adegan itu adalah membuka gembok dengan jepit rambut, jarum, dan semacamnya. Dulu, saking penasarannya sama adegan itu; bener ngga sih gembok bisa dibuka cuma pake benda-benda kayak gitu? One day, saya bersama teman-teman main beneran penasaran sama gembok dan jepit rambut. Kami pun benar-benar mempraktekkan untuk membuka gembok dengan jepit rambut. Percobaan pertama yaitu mengunci gemboknya, kemudian mencoba untuk membukanya dengan jepit rambut. So, hasilnya? Yaa ngga bisa buka lah. Dinalar aja deh, jepit rambut tipis bisa beraksi apa sih selain buat menjepit rambut? The conclusion is... our first experiment is totally FAILED!!! We lied by soap opera on TV.
Keluguan saya belum berakhir di situ. Ketika pulang sekolah –tepatnya waktu SD kelas 4 atau 5—saya mencoba lagi dengan serius. How come? Jadi waktu itu saya lupa ngga bawa kunci gembok. Pintunya sih udah digembok, tapi ternyata kuncinya ketinggalan di dalam rumah. That was incredibly perfect, wasn’t it? *LOL* Akhirnya saya coba buka gemboknya dengan jepit rambut... GAGAL, tapi saya belum menyerah. Selanjutnya saya buka menggunakan peniti... GAGAL maning. The last tried, saya coba buka pake ujung jangka... masih tetap GAGAL.
Beberapa tahun kemudian, waktu saya sudah SMP alias Junior High, saya kembali mempraktekkan ‘adegan aneh’ itu. Walaupun pernah mencoba dan akhirnya gagal semua, saya masih ada sedikit rasa percaya diri kalo kunci atau gembok bisa dibuka hanya dengan menggunakan jepit rambut, jarum, dan semacamnya. Kejadiannya hampir sama. Waktu itu saya pulang sekolah, pintu masih terkunci rapat, tapi malah saya ngga bawa kunci. ‘Cara gagal’ yang pernah saya coba dulu saya coba praktekkan lagi. Siapa tahu aja kan tiba-tiba pintu bisa dibuka tanpa kunci yang ‘klik’. Saya pun mencoba, pake jepit rambut. The result was... jepit rambutnya bengkok, nyaris putus. Ya iya lah hla bukan ‘jodoh’nya juga kok.
Udah segede ini saya pun baru sadar apa yang saya lakukan ketika masih anak-anak itu adalah hasil propaganda televisi. Dalam TV diperlihatkan bahwa begitu mudahnya membuka gembok atau kunci pintu hanya dengan jepit rambut. Padahal kenyataannya, cara itu sama sekali bullsh*t, useless, dan tipuan semata. Guys, it’s not that easy!! (tapi ngga tau juga ya kalo misal ternyata ada yang beneran bisa buka gembok atau kunci hanya bermodal jepit rambut).
Kalo saya menyimpulkan sih, bukan hal yang mudah untuk buka kunci pintu atau gembok hanya dengan jepit rambut, jarum dan semacamnya. Kalo semudah itu, berarti tingkat keamanannya ngga standar dan perlu dipertanyakan. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar