Pre-script: Saya nulis ini dari
pandangan netral. Jadi saya bakal nulis nama-nama tertentu semau saya hehee.
Karena #GaraGaraPilpres ini situasi jadi sensitif, kacau, dan kisruh. Saya ngga
mau ikut dalam lingkaran kisruhnya pilpres tahun ini. Quietly, saya pilih
capres itu. Pilih itu dan diam, ngga perlu ikut ribut membela mati-matian atau
mencemooh salah satu capres. That’s it! Tetap punya pilihan dan sikap
pun tetap netral ^__^ So, damai
Indonesia....!!!!
Tahun 2014
menjadi tahun yang paling kisruh selama periode pemilu (pemilihan umum)
presiden periode 5 tahunan. Why? Solanya, banyak black campaign
dan negative campaign mewarnai perjalanan pilpres 2014 ini. Here,
saya mau sedikit flashback dulu sebelum pemilu legislatif (pileg)
berlangsung (9 April 2014). Jauh sebelum pileg berlangsung, di TV sudah banyak
iklan partai berseliweran. Iya lah, kan kampanye :D Selain banyaknya iklan partai, ada juga iklan
para bakal calon presiden. Yang saya lihat dulu itu, ada beberapa orang yang
menjadi bakal calon presiden. Kayaknya lebih dari 5. Duuh, bisa bingung kalo besok
calon presidennya banyak. Nah, diantara iklan bakal calon presiden itu, mereka
cuma beriklan secara single. Maksudnya, ngga ada bakal calon wakil
presidennya. Walah, capresnya ‘jomblo’ semua dong kalo ngga ada bakal
cawapresnya :D
Waktu semakin
dekat sama pileg, bakal calon presiden yang beriklan masih itu itu aja. Apa
nanti beberapa capresnya maju tanp cawapres kalo semua yang iklan itu pengen
mencalonkan diri jadi presiden? Saya jadi semakin bingung, kok persiapannya
mepet banget, padahal kan pilpres cuma berjarak 3 bulan aja dari pileg? Ah
sudahlah, ngga usah ikut mikir negara :D *nah* Ada presiden atau ngga, ya udah,
yang penting hidup terus berjalan :D
Ok, hasil
pileg sudah keluar dan tanpa terduga sangat berbeda (walaupun ada sedikit
persamaan) dengan pilpres sebelumnya. Saya ngga akan bercerita apa perbedaannya
karena pasti nanti berbuntut panjang :D Sebab saya ngga mau bercerita ngalor ngidul,
maka tulisan ini saya singkat aja :D
Jadi, singkat cerita, ada 2 pasang capres-cawapres yang maju pilpres
2014 ini, yaitu Pak Owo dan Pak Owi :D
Singkat cerita
lagi, memasuki masa kampanye, kekisruhan mulai terjadi, baik itu di media cetak
maupun media elektronik. Ngga di koran, TV, majalah, portal online, dan
media lain, memberitakan pilpres 2014 ini, kisruhnya juga. Yang lucu, ada
beberapa stasiun TV nasional yang ikut terlibat dalam kisruhnya pilpres. Salah
satu stasiun TV memberitakan secara sepihak terhadap salah satu capres. Stasiun
TV yang lain memberitakan juga secara sepihak salah satu capres. Kedua stasiun
TV itu pun sama-sama memberitakan berita negatif soal capres yang tidak menjadi
‘jagoan’ mereka. Waktu pertama kali liat ada dua stasiun TV yang sama-sama ‘die
hard’ terhadap salah satu capres itu jadi geli sendiri. Kok bisa ya mereka
bersikap begitu terhadap capres ‘jagoan’nya? Tapi lama-kelamaan jadi memaklumi
sih kenapa stasiun-stasiun TV itu begitu ‘die hard’. Di hari tenang
kampanye, masih saja terjadi kisruh, caci maki antar pendukung capres, black/negative
campaign, dan lain-lain. Aduuuhh, kemana Indonesia yang damai???
Daaannn... 9
Juli pun datang. Saatnya hari pencoblosan :D Sebagai pemilih pemula, sebenarnya
saya males sih mau menggunakan hak suara saya. Why? Selain capresnya cuma
2 pasang, gara-gara black/negative campaign itu bikin sebel juga. Kayaknya
2 pilpres sebelumnya ngga sampai kisruh kayak gini deh, tapi kenapa pilpres
2014 kacau dan kisruh kayak gini? I don’t know. Yang penting saya harus
gunakan hak pilih daripada golput. Lalu, beberapa jam selesai pencoblosan,
hasil quick count-pun di-display di layar TV. Seperti biasa,
hasil quick count pun bikin kisruh. Ada perbedaan hasil diantara banyaknya
lembaga survei. Dengan hasil quick count yang beda-beda itu, kedua
capres pun sama-sama mendeklarasikan kemenangan. Jadilah publik semakin bingung
dan pusing dengan pilres kali ini. Ini sebenarnya mana yang menang versi quick
count? Saya juga bingung kenapa bisa jadi kayak gini -___-“ Padahal real
count akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli sekitar
pukul 18.00, tapi kedua pasangan sudah menganggap mereka menang pilpres? Piye
jal piye jal?
*Saya malah capek sendiri deh,
kok sepanjang pilpres ngga pernah ada kata tenang atau damai. Ada aja
pihak-pihak yang menyulut perselisihan. Sama aja dengan para pendukung yang ‘die
hard’ dengan salah satu capres. Tiap ada seseorang yang sedikit menyinggung
nama capres dukungan mereka dan mereka ngga berkenan, terjadilah perselisihan. Saya
liat sih banyak terjadi di dunia maya*
Kemarin (22/7)
ketika pengumuman hasil real count KPU diumumkan, kembali trejadi
polemik. KPU mengumumkan bahwa pemenang pilpres adalah Pak Owi, tapi kubu Pak
Owo ngga terima (eh ngga terima apa gimana ya. Ngga ngerti deh, pokoknya ada
polemik) kalo pemenang pilpres 2014 adalah Pak Owi. Katanya sih perolehan suara
Pak Owi lebih unggul 7 juta suara. Menurut pemberitaan media, kubu Pak Owo
mengindikasikan bahwa telah terjadi kecurangan secara masif dan terstruktur
oleh kubu Pak Owi dan selanjutnya mereka menarik diri dari rekapitulasi
penghitungan suara KPU *aduh mami, mendingan ane pingsan aja kalo terus-terusan
kisruh kayak gini* Kemudian kemudian kemudian, kubu Pak Owo pun mengajukan
gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di media mereka bilang kalo sebenarnya
perolehan suara Pak Owo itu sekitar 50% dan perolehan suara Pak Owi sekitar
49%.
Dengan dirilisnya
hasil real count KPU, kubu Pak Owi pun mendeklarasikan kemenangan. Media
nasional pun ramai-ramai memberitakan dan mengucapkan selamat atas terpilihnya
Pak Owi sebagai presiden RI periode 2014-2019. Lagi, kubu Pak Owo bilang, ngga
etis kalo kubu sebelah mendeklarasikan kemenangan ketika kubu Pak Owo tengah
mengajukan gugatan ke MK. Bisa saja MK memenangkan Pak Owo dan terpilih sebagai
presiden RI walaupun berpeluang 0,1% bahkan 0,01%. Ya sudah, sebagai rakyat
Indonesia, saya terima aja siapapun yang jadi presiden. Mau Pak Owo atau Pak
Owi, sama aja. Yang penting Indonesia tercinta punya pemimpin yang bisa membawa
bangsa menjadi lebih baik lagi. Yang paling penting, Indonesia tetap menjadi
negara yang damai selalu ^__^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar