Selasa, 29 Juli 2014

#GaraGaraPilpres



Pre-script: Saya nulis ini dari pandangan netral. Jadi saya bakal nulis nama-nama tertentu semau saya hehee. Karena #GaraGaraPilpres ini situasi jadi sensitif, kacau, dan kisruh. Saya ngga mau ikut dalam lingkaran kisruhnya pilpres tahun ini. Quietly, saya pilih capres itu. Pilih itu dan diam, ngga perlu ikut ribut membela mati-matian atau mencemooh salah satu capres. That’s it! Tetap punya pilihan dan sikap pun tetap netral ^__^  So, damai Indonesia....!!!!


Tahun 2014 menjadi tahun yang paling kisruh selama periode pemilu (pemilihan umum) presiden periode 5 tahunan. Why? Solanya, banyak black campaign dan negative campaign mewarnai perjalanan pilpres 2014 ini. Here, saya mau sedikit flashback dulu sebelum pemilu legislatif (pileg) berlangsung (9 April 2014). Jauh sebelum pileg berlangsung, di TV sudah banyak iklan partai berseliweran. Iya lah, kan kampanye :D  Selain banyaknya iklan partai, ada juga iklan para bakal calon presiden. Yang saya lihat dulu itu, ada beberapa orang yang menjadi bakal calon presiden. Kayaknya lebih dari 5. Duuh, bisa bingung kalo besok calon presidennya banyak. Nah, diantara iklan bakal calon presiden itu, mereka cuma beriklan secara single. Maksudnya, ngga ada bakal calon wakil presidennya. Walah, capresnya ‘jomblo’ semua dong kalo ngga ada bakal cawapresnya :D
Waktu semakin dekat sama pileg, bakal calon presiden yang beriklan masih itu itu aja. Apa nanti beberapa capresnya maju tanp cawapres kalo semua yang iklan itu pengen mencalonkan diri jadi presiden? Saya jadi semakin bingung, kok persiapannya mepet banget, padahal kan pilpres cuma berjarak 3 bulan aja dari pileg? Ah sudahlah, ngga usah ikut mikir negara :D *nah* Ada presiden atau ngga, ya udah, yang penting hidup terus berjalan :D
Ok, hasil pileg sudah keluar dan tanpa terduga sangat berbeda (walaupun ada sedikit persamaan) dengan pilpres sebelumnya. Saya ngga akan bercerita apa perbedaannya karena pasti nanti berbuntut panjang :D  Sebab saya ngga mau bercerita ngalor ngidul, maka tulisan ini saya singkat aja :D  Jadi, singkat cerita, ada 2 pasang capres-cawapres yang maju pilpres 2014 ini, yaitu Pak Owo dan Pak Owi :D
Singkat cerita lagi, memasuki masa kampanye, kekisruhan mulai terjadi, baik itu di media cetak maupun media elektronik. Ngga di koran, TV, majalah, portal online, dan media lain, memberitakan pilpres 2014 ini, kisruhnya juga. Yang lucu, ada beberapa stasiun TV nasional yang ikut terlibat dalam kisruhnya pilpres. Salah satu stasiun TV memberitakan secara sepihak terhadap salah satu capres. Stasiun TV yang lain memberitakan juga secara sepihak salah satu capres. Kedua stasiun TV itu pun sama-sama memberitakan berita negatif soal capres yang tidak menjadi ‘jagoan’ mereka. Waktu pertama kali liat ada dua stasiun TV yang sama-sama ‘die hard’ terhadap salah satu capres itu jadi geli sendiri. Kok bisa ya mereka bersikap begitu terhadap capres ‘jagoan’nya? Tapi lama-kelamaan jadi memaklumi sih kenapa stasiun-stasiun TV itu begitu ‘die hard’. Di hari tenang kampanye, masih saja terjadi kisruh, caci maki antar pendukung capres, black/negative campaign, dan lain-lain. Aduuuhh, kemana Indonesia yang damai???
Daaannn... 9 Juli pun datang. Saatnya hari pencoblosan :D Sebagai pemilih pemula, sebenarnya saya males sih mau menggunakan hak suara saya. Why? Selain capresnya cuma 2 pasang, gara-gara black/negative campaign itu bikin sebel juga. Kayaknya 2 pilpres sebelumnya ngga sampai kisruh kayak gini deh, tapi kenapa pilpres 2014 kacau dan kisruh kayak gini? I don’t know. Yang penting saya harus gunakan hak pilih daripada golput. Lalu, beberapa jam selesai pencoblosan, hasil quick count-pun di-display di layar TV. Seperti biasa, hasil quick count pun bikin kisruh. Ada perbedaan hasil diantara banyaknya lembaga survei. Dengan hasil quick count yang beda-beda itu, kedua capres pun sama-sama mendeklarasikan kemenangan. Jadilah publik semakin bingung dan pusing dengan pilres kali ini. Ini sebenarnya mana yang menang versi quick count? Saya juga bingung kenapa bisa jadi kayak gini -___-“ Padahal real count akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli sekitar pukul 18.00, tapi kedua pasangan sudah menganggap mereka menang pilpres? Piye jal piye jal?

*Saya malah capek sendiri deh, kok sepanjang pilpres ngga pernah ada kata tenang atau damai. Ada aja pihak-pihak yang menyulut perselisihan. Sama aja dengan para pendukung yang ‘die hard’ dengan salah satu capres. Tiap ada seseorang yang sedikit menyinggung nama capres dukungan mereka dan mereka ngga berkenan, terjadilah perselisihan. Saya liat sih banyak terjadi di dunia maya*

Kemarin (22/7) ketika pengumuman hasil real count KPU diumumkan, kembali trejadi polemik. KPU mengumumkan bahwa pemenang pilpres adalah Pak Owi, tapi kubu Pak Owo ngga terima (eh ngga terima apa gimana ya. Ngga ngerti deh, pokoknya ada polemik) kalo pemenang pilpres 2014 adalah Pak Owi. Katanya sih perolehan suara Pak Owi lebih unggul 7 juta suara. Menurut pemberitaan media, kubu Pak Owo mengindikasikan bahwa telah terjadi kecurangan secara masif dan terstruktur oleh kubu Pak Owi dan selanjutnya mereka menarik diri dari rekapitulasi penghitungan suara KPU *aduh mami, mendingan ane pingsan aja kalo terus-terusan kisruh kayak gini* Kemudian kemudian kemudian, kubu Pak Owo pun mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di media mereka bilang kalo sebenarnya perolehan suara Pak Owo itu sekitar 50% dan perolehan suara Pak Owi sekitar 49%.
Dengan dirilisnya hasil real count KPU, kubu Pak Owi pun mendeklarasikan kemenangan. Media nasional pun ramai-ramai memberitakan dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Pak Owi sebagai presiden RI periode 2014-2019. Lagi, kubu Pak Owo bilang, ngga etis kalo kubu sebelah mendeklarasikan kemenangan ketika kubu Pak Owo tengah mengajukan gugatan ke MK. Bisa saja MK memenangkan Pak Owo dan terpilih sebagai presiden RI walaupun berpeluang 0,1% bahkan 0,01%. Ya sudah, sebagai rakyat Indonesia, saya terima aja siapapun yang jadi presiden. Mau Pak Owo atau Pak Owi, sama aja. Yang penting Indonesia tercinta punya pemimpin yang bisa membawa bangsa menjadi lebih baik lagi. Yang paling penting, Indonesia tetap menjadi negara yang damai selalu ^__^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar