Minggu, 18 Mei 2014

10 Bukti Bahwa Buku Baik untuk Jiwamu

 

“Omni vivum ex ovo,” sebuah kalimat latin yang berarti: semua makhluk hidup berasal dari telur. Semua makhluk hidup yang berasal dari telur pastilah bahwasanya mempunyai jiwa, kalo nggak punya ya nggak hidup. Dan kita adalah makhluk hidup yang mempunyai jiwa, kalo nggak punya coba cari di Kaskus atau Tokobagus.


Gue percaya membaca buku itu baik untuk kesehatan, apalagi bukunya dibakar, terus dicampur susu dan diminum. Tapi itu bukan sehat, melainkan cari penyakit. Buku itu ya dibaca lah, biar otak kamu encer dan jiwa kamu sehat.

Eh masa sih bikin jiwa sehat? Ya percaya nggak percaya nih ya, membaca buku itu baik untuk jiwa kamu. Untuk menenangkan pikiran bacalah buku agama, untuk hiburan bacalah komik, novel, atau majalah, dan untuk nangis tersendu-sendu, coloklah mata kamu pake buku.

Udah ah ngelanturnya. Kali ini gue mau kasih tau bukti bahwa membaca buku itu baik untuk jiwa kamu, sekalian supaya minat baca kamu bertambah. Buku itu jendela dunia, makanya nggak heran kalo ada buku yang berisi harga tralis jendela sama bola dunia. *ngelantur lagi

Makanan untuk bertahan hidup, sedangkan buku untuk hidup
Untuk bertahan hidup kita butuh makan, tetapi untuk benar-benar hidup kita butuh buku untuk dijadikan pedoman. Jadi, kita butuh buku untuk menghidupkan pikiran agar otak kita cemerlang.

Makanan mempunyai nutrisi jasmani, buku mempunyai nutrisi rohani
Makanan yang kita makan tentunya memiliki nutrisi. Makanya, tubuh kita mempunyai kekuatan untuk melakukan aktivitas seperti benerin genteng atau nyabutin uban anak bayi.

Tapi buku memiliki nutrisi yang dapat memperbaiki jiwa kamu yang setengah rusak karena keseringan galau. Maka dari itu, bacalah buku!

Makanan memberikan rasa kenyang sesaat, buku memberikan kamu pengetahuan untuk seumur hidup
Yak betul sekali. Abis makan muncullah rasa kenyang sesaat, dan berlanjut menimbulkan rasa ngantuk yang bikin kamu ketiduran di atas lintasan monorel. Beda halnya dengan buku. Kalo kamu baca buku sungguh-sungguh dan menyerap intisarinya kamu akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang akan bertahan seumur hidup.
Makanan mengisi perut, buku mengisi jiwa
Perut kosong diisi dengan makanan supaya tubuh kamu sehat. Tapi semua itu percuma kalo tubuh sehat tapi jiwa kamu sakit. Oleh karena itu bacalah buku untuk mengisi jiwa kamu. Bacalah kitab suci dan serap maknanya, niscaya jiwa kamu terang benderang layaknya lampu templok.

Makanan menjaga kamu untuk tetap hidup, buku membuat kamu selalu ingin hidup
Dengan apalagi kita bertahan hidup selain lewat makanan? Tapi cuma percuma rasanya bertahan hidup tapi nggak punya keinginan untuk hidup. Seperti halnya orang-orang yang syaraf otaknya kejepit lift Ramayana yang pengin mengakhiri hidupnya karena merasa nggak berarti lagi.

Bacalah buku apa pun jenisnya, wahai kisanak. Buku agama, pelajaran, novel, apa pun. Asalkan jangan buku stensilan, yang ada pikiran kamu malah ngeres kayak debu AC warteg.

Makanan memuaskan keinginan, buku memuaskan keingintahuan
Sebagai manusia normal, kita mempunyai naluri rasa lapar yang menimbulkan keinginan untuk makan. Tapi dari mana kita bisa memuaskan keingintahuan kalo bukan dari buku? Ada yang bisa jawab?

Makanan hanya melewati perut, buku melewati generasi
Suapan demi suapan makanan yang masuk ke mulut akan melewati perut lalu dibuang oleh knalpot kamu. Tapi lain hal dengan buku, dia akan melewati satu generasi ke generasi lainnya. Coba kamu liat kurikulum pelajaran saat kamu sekolah, itu berlaku bertahun-tahun lamanya hingga kamu punya cucu.

Makanan bisa basi, buku nggak pernah basi
Selama apapun daya tahan makanan disimpan, pasti suatu hari akan menjadi basi. Lain halnya dengan buku, sampai kapan pun dia nggak akan basi. Liat contohnya pada buku sejarah, buku itu dari masa ke masa nggak pernah basi. Kenapa? Karena buku itu selalu diangetin mengabadikan sejarah yang nggak boleh dilupakan.

Makanan disimpan di dapur, buku disimpan di mana saja
Di mana letak makanan disimpan selain di dapur? Tapi buku bisa disimpen di mana aja. Mulai di rak buku, di atas meja, di dalam tas, di loteng, sampai di gorong-gorong saluran rahasia. Buku itu bisa disimpan di mana aja, nggak seperti makanan yang cuma bisa disimpan di dapur.

Terlalu banyak makan bikin kamu sakit, terlalu banyak baca buku bikin kamu pintar
Setelah makan lima belas porsi nasi Padang, pasti rahang kamu jadi pegel, ditambah perut mual, hingga menimbulkan rasa sakit. Berbeda dengan buku, terlalu banyak baca buku bisa bikin kamu mempunyai pengetahuan yang luas yang bikin kamu menjadi juara kelas.

Itulah bukti bahwa buku baik untuk jiwa kamu sejak zaman Fir’aun masih jualan cendol. Sekarang udah tau kan? Tunggu apa lagi? Segera baca buku supaya kamu bertambah pintar dan semakin kreatif, serta bikin jiwa kamu sehat. Sesungguhnya membaca buku itu kegiatan yang menyenangkan dibanding stalking TL mantan. Nggak percaya? Silakan buktikan.


Sekian dan jangan malas untuk membaca buku.


Source: http://www.nyunyu.com/main-article/detail/10-bukti-bahwa-buku-baik-untuk-jiwamu#.U3jHJqJJllk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar