Few days
earlier, me and friend singgah makan di sebuah kedai di kawasan Selokan
Mataram (ini masih hari yang sama waktu kartu mahasiswa kami ketinggalan di
perpus kampus sebelah :D ). Sebenarnya ngga niat mau masuk ke situ sih. Niatnya
mau ke warung depannya, warung sup buah. Tapi karena liat ada kedai yang
tempatnya lumayan nyaman, akhirnya coba kesana.
Waktu masuk ke kedai itu saya bertanya-tanya, ini
kedainya buka apa tutup ya? Saya masuk dengan penuh tanda tanya. Ternyata buka
kok. Saya kira tadi tutup, soalnya sepi banget. Ada wi-fi. Ada gerobak angkringan tepat di tengah ruangan. Saya akui
tempatnya bersih banget dan rapi. Banyak colokan colokan yang sengaja
disediakan. Pokoknya ini kedai standar kedai nyaman lah ^_^
Ini bagian yang bikin saya kaget :D
Karena lagi kangen sama siomay, saya pesen siomay. Begitu juga teman
saya. Dengan minumnya Es Vanilla Latte
(yang biasanya cuma pop Ice vanilla Latte),
sama jus tomat. Di menunya, ada tertulis “siomay komplit” dan “siomay aja”.
Menu “Siomay komplit” yang saya baca sih plus telur, bakso, tengiri, sama apa
gitu). Kalo yang “Siomay aja” apa ya kemarin, kayaknya ada tambahan juga, tapi
lupa apa. Pasca pesen, nunggu makanannya harap harap cemas plus penasaran.
Seperti apa sih siomay ala kedai?
Kami nunggu
datangnya pesanan lama banget. Yang datang duluan minumnya. Kurang lebih 10
menit lah minumnya datang. Dan dugaan saya bener, Es vanilla Latte-nya cuma pop
ice. Kalo Vanilla Latte cuma pop ice, kenapa delivery-nya lama banget ya? Plus
agak mahal?
Kurang lebih 15
menit kemudian, pesenan kami, yang judulnya “Siomay aja” datang. Waktu waiter-nya datang, kami melongo.
Ternyata siomay-nya Cuma beneran siomay aja. Maksud saya, ya emang siomay aja.
Cuma ada 7 bulatan siomay tengiri plus
saus kacang dan sedikit kecap. Kayak gini, bulatan segede cilok, yang cuma 7
biji ini, harganya 8 ribu????????!! Rasanya juga hampir sama kayak siomay
biasanya. Ckck, kalo yang saya tahu, biasanya kan siomay ada kentang, ada kol
alias kubis. Emang sih di menu cuma “Siomay aja”, tapi kalo ngga ada garnish-nya sama sekali kan lucu.
Misalnya kasih seledri atau apa gitu. Sambil makan, kami senyum senyum aneh,
senyum ngga nyangka. Kalo Cuma bulatan 7 biji gini, kenapa delivery-nya lama banget?? Hooh, ya udah, ini jadi pengalaman aja
deh buat kami, ada kedai yang ‘lucu’ kayak gini :D
Uhm.. kalo ada wi-fi, tempat nyaman, trus kenapa
kedai-nya sepi? Apa karena makanannya mahal dan kuantitas-nya cuma dikit? Atau
karena delivery-nya lama? Atau orang
kira ini kedai tutup? Padahal tempatnya cukup strategis. Di kawasn wisata kuliner.
Selain itu parkirnya juga luas. So?????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar