Sabtu, 16 Maret 2013


Sedikit Petikan Kuliah Umum "Perpustakaan Untuk Rakyat"
Narasumber: Bp. Blasius Sudarsono, MLIS


Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa mempunyai tujuan. Secara umum, dapat ditarik beberapa tujuan kemerdekaan Republik Indonesia, diantaranya:
·         Kesejahteraan umum dan kecerdasan hidup bangsa.
·         Mencerdaskan hidup pribadi.

Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bukan tujuan akhir; hanya sebuah antara. Karena TBM sudah menjadi frontline dalam perpustakaan.

                Perpustakaan yang sudah ada, tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya pustakawan. Hal itu ibarat rumah kosong yang tidak berpenghuni. Tidak ada aktivitas maupun transaksi sama sekali. Dalam dunia perpustakaan, dianalogikan seperti sebuah supermarket. Supermarket adalah perpustakaan, pramuniaga adalah pustakawan. Di supermarket jarang bisa bertransaksi jika tidak ada pramuniaga. Misalnya ketika kita membutuhkan sabun, tetapi setelah berputar mencari kesana kemari, kita tidak menemukan dimana etalase yang memajang sabun. Otomatis kita harus bertanya kepada pramuniaga, dimana tepatnya letak sabun. Di perpustakaan pun demikian. Jika seorang pemustaka hendak mencari bahan pustaka namun tidak menemukannya, biasanya si pemustaka bertanya pada pustakawan. Dirunut-runut, memang di belakang perpustakaan ada yang mengendalikan yaitu pustakawan.
Ada sebuah pertanyaan. Sebenarnya apakah pustakawan itu? Banyak jawaban-jaaban bermunculan, namun pada dasarnya, pustakawan adalah ruh/jiwa seseorang. Maksudnya, ada seorang lulusan ilmu perpustakaan yang bekerja pada sebuah instansi selain perpustakaan, itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting bagaimana orang itu membawa jiwa pustakawannya dimanapun dia berada.

Dalam dunia kepustakawanan, terdapat 4 pilar utama, yaitu:
1.       Panggilan hidup
2.       Semangat hidup
3.       Karya pelayanan
4.       Dilaksanakan dengan profesional

Selain 4 pilar kepustakawanan itu, ada pula 5 sila pustakawan, yaitu:
1.       Pustakawan harus diajak berpikir kritis/critical thinking.
2.       Membaca
       Sebagai pustakawan, diharuskan banyak membaca. Tidak hanya membaca teks yang   
       tidak seberapa.
3.       Menulis
       Pada hakikatnya, menulis merupakan karunia Tuhan.
4.       Kemampuan entrepreneur/kewirausahaan
      Pustakawan belum mendapat apresiasi tinggi seperti profesi lain. Tetapi
      perpustakaan merupakan akulturasi record knowledge.
5.       Etika
      Masalah etika perlu juga diajarkan.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar