Sedikit Petikan Kuliah Umum "Perpustakaan Untuk Rakyat"
Narasumber: Bp. Blasius Sudarsono, MLIS
Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa mempunyai tujuan. Secara umum,
dapat ditarik beberapa tujuan kemerdekaan Republik Indonesia, diantaranya:
·
Kesejahteraan umum dan kecerdasan hidup bangsa.
·
Mencerdaskan hidup pribadi.
Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bukan tujuan akhir;
hanya sebuah antara. Karena TBM sudah menjadi frontline dalam perpustakaan.
Perpustakaan yang
sudah ada, tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya pustakawan. Hal itu ibarat
rumah kosong yang tidak berpenghuni. Tidak ada aktivitas maupun transaksi sama
sekali. Dalam dunia perpustakaan, dianalogikan seperti sebuah supermarket.
Supermarket adalah perpustakaan, pramuniaga adalah pustakawan. Di supermarket
jarang bisa bertransaksi jika tidak ada pramuniaga. Misalnya ketika kita membutuhkan
sabun, tetapi setelah berputar mencari kesana kemari, kita tidak menemukan
dimana etalase yang memajang sabun. Otomatis kita harus bertanya kepada
pramuniaga, dimana tepatnya letak sabun. Di perpustakaan pun demikian. Jika
seorang pemustaka hendak mencari bahan pustaka namun tidak menemukannya,
biasanya si pemustaka bertanya pada pustakawan. Dirunut-runut, memang di
belakang perpustakaan ada yang mengendalikan yaitu pustakawan.
Ada sebuah pertanyaan. Sebenarnya apakah pustakawan itu? Banyak jawaban-jaaban
bermunculan, namun pada dasarnya, pustakawan adalah ruh/jiwa seseorang.
Maksudnya, ada seorang lulusan ilmu perpustakaan yang bekerja pada sebuah
instansi selain perpustakaan, itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting
bagaimana orang itu membawa jiwa pustakawannya dimanapun dia berada.
Dalam dunia kepustakawanan, terdapat 4 pilar utama, yaitu:
1.
Panggilan hidup
2.
Semangat hidup
3.
Karya pelayanan
4.
Dilaksanakan dengan profesional
Selain 4 pilar kepustakawanan itu, ada pula 5 sila pustakawan, yaitu:
1. Pustakawan
harus diajak berpikir kritis/critical
thinking.
2.
Membaca
Sebagai pustakawan,
diharuskan banyak membaca. Tidak hanya membaca teks yang
tidak seberapa.
3.
Menulis
Pada hakikatnya, menulis
merupakan karunia Tuhan.
4.
Kemampuan entrepreneur/kewirausahaan
Pustakawan belum mendapat
apresiasi tinggi seperti profesi lain. Tetapi
perpustakaan merupakan
akulturasi record knowledge.
5.
Etika
Masalah etika perlu juga
diajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar